
Candi Borobudur, yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, adalah salah satu keajaiban dunia yang terkenal dengan keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya yang luar biasa. Sebagai candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur tidak hanya menjadi destinasi wisata utama, tetapi juga merupakan simbol warisan budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia. Artikel ini akan mengulas lebih dalam mengenai Candi Borobudur, sejarahnya, dan keindahan yang dapat dinikmati pengunjung.
Sejarah Candi Borobudur
Candi Borobudur dibangun pada abad ke-9 oleh dinasti Syailendra, dan diperkirakan selesai pada sekitar tahun 825 Masehi. Candi ini dibangun sebagai tempat peribadatan bagi umat Buddha dan didedikasikan untuk raja-raja serta masyarakat pada masa itu. Borobudur terdiri dari sembilan tingkat, yang meliputi enam tingkat berbentuk persegi dan tiga tingkat berbentuk lingkaran, serta lebih dari 2.600 panel relief dan 504 arca Buddha yang menghiasi dindingnya.
Candi Borobudur sempat terlupakan setelah periode kemunduran Kerajaan Mataram, dan bahkan tertutup oleh abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi serta tumbuhnya vegetasi tebal. Namun, pada abad ke-19, Borobudur ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris di Jawa. Sejak itu, restorasi besar-besaran dilakukan untuk memulihkan candi ini ke kondisi semula.
Keunikan Arsitektur dan Relief Candi Borobudur
Struktur Bangunan yang Megah
Candi Borobudur memiliki struktur yang sangat unik dan kompleks. Candi ini terdiri dari sembilan tingkat, yang menggambarkan perjalanan spiritual seorang Buddha menuju pencerahan. Tiga tingkat paling bawah berbentuk persegi, melambangkan dunia material, sementara enam tingkat di atasnya berbentuk lingkaran, melambangkan dunia spiritual yang lebih tinggi. Di bagian puncaknya terdapat stupa besar yang melambangkan keadaan Buddha yang telah mencapai pencerahan sempurna.
Setiap tingkat Candi Borobudur dihiasi dengan relief yang menggambarkan ajaran-ajaran Buddha, cerita kehidupan, serta simbolisme spiritual. Relief-relief ini memberikan gambaran yang mendalam mengenai ajaran Buddha dan kehidupan pada masa itu.
Relief-Relief yang Menceritakan Kisah Hidup Buddha
Di seluruh dinding candi, terdapat lebih dari 2.600 panel relief yang menggambarkan kisah-kisah penting dalam ajaran Buddha, seperti kehidupan Siddhartha Gautama (Buddha), perjalanan spiritualnya, dan pencapaiannya menuju pencerahan. Salah satu panel yang terkenal adalah cerita mengenai “Jataka Tales,” yang menggambarkan kehidupan Buddha dalam berbagai inkarnasi sebelumnya.
Selain itu, ada juga relief yang menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa pada masa itu, memberikan wawasan yang kaya tentang budaya dan kehidupan sosial pada abad ke-9.
Wisata dan Aktivitas di Candi Borobudur
Menyaksikan Matahari Terbit
Salah satu aktivitas yang paling populer di Candi Borobudur adalah menyaksikan matahari terbit. Pengunjung dapat datang lebih awal di pagi hari untuk melihat pemandangan spektakuler matahari terbit di atas candi, yang menciptakan suasana magis dan menakjubkan. Cahaya matahari yang memancar di antara stupa-stupa Borobudur memberikan pemandangan yang sangat fotogenik dan tak terlupakan.
Berkeliling di Kompleks Candi
Mengelilingi Candi Borobudur adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Anda bisa berjalan kaki melalui berbagai tingkat candi sambil menikmati relief-relief yang mengagumkan dan pemandangan sekitar yang hijau dan subur. Di bagian atas candi, Anda akan bisa melihat pemandangan luas kawasan Magelang dan pegunungan di sekitarnya, termasuk Gunung Merapi yang megah.
Mengunjungi Museum Borobudur
Di sekitar kompleks candi, terdapat Museum Borobudur yang menyimpan berbagai artefak dan informasi sejarah mengenai candi ini. Museum ini adalah tempat yang tepat untuk mempelajari lebih dalam tentang sejarah Borobudur, teknik restorasi, serta aspek budaya yang terkait dengan candi tersebut.